Thursday, June 14, 2012

The Green Lantern


The Green Lantern

Its a Movie.
Fantasy and fiction






Tentu sudah pernah dengar judul film ini. Kalau belum, silahkan ditelusuri (I recomended). Inti dari film itu adalah kekuatan sebuah pikiran. Wow! Amazing, hanya dari sebuah pikiran, bisa muncul benda-benda aneh. Tapi itu hanya perwakilannya saja. Sebetulnya, ada ilmu yang mempelajari hal tersebut, seperti Hypnoterapi.
Ingat waktu dulu ada pelatihan dimana semua peserta diberi bohlam lampu (yang masih warna orange/kuning, yang jadul itu). Kemudian sang instruktur memberi perintah untuk memecahkan ubin kramik dengan lampu itu. Kalau di logika kan, tentu lampu yang akan pecah. Namun, faktanya berbeda, awalnya para peserta disuruh memegang lampu tersebut kemudian, bulatkan tekad. Semakin bulat tekat itu, semakin kuat pula lampu itu. Dan giliran ku pun tiba. Dengan pasrah ku lepaskan lampu tersebut di atas keramik, dan hasilnya, keramik itu yang pecah. Amazing bukan? (ga bohong lho...)
contoh lain lagi adalah para pesulap. Tentu sudah pada kenal dengan Om Deddy Corbuzier, beliau juga menggunakan pikirannya dalam membengkokkan sendok, memecahkan gelas, dan lain-lain. Sebetulnya ada ilmu yang mendalami hal ini secara ilmiah, namun aq kurang begitu ingat apa namanya, tapi ilmu itu mempelajari hubungan pikiran dan partikel-partikel otak seperti atom-atom dalam kepala manusia. Sungguh ribet lah. 

Tuesday, June 12, 2012

A silent Couple


Ke-3 kalinya, Sudah biasa

Sekarang hubungan itu semakin intens, apa lagi kalo di luar kampus. Namun tak mengerti, waktu dulu, di awal2 sangat menggebu-gebu perasaan itu, sekarang? Never, It’s flat. Ya, datar. Wajah, sudah biasa, percakapan sudah hambar. Padahal wajahnya mirip dengan Jo, tapi apa daya, itu hanya sebuah wajah, toh di dalamnya juga sama tengakorak.
Ingat waktu itu kami nonton bareng, walaupun bukan di bioskop, tapi cukuplah buat 2 insan. Tapi alhasil, ya kita saling menikmati sendiri-sendiri, tidak ada rasa yang menyatu. Sekarang lagi musim bola, ya kami menonton bola waktu itu. Kami sama2 suka dengan bola. Terkadang ada waktu luang, kami sempatkan untuk bermain bola, entah itu di PS ato d lapangan, entah itu bola kaki, atau basket.
Tentunya pertandingan itu berakhir tengah malam, kami pun meluncur ke daerah pusat kuliner (d tengah malam). Aku memesan bubur ayam, ya, ketika makan itu pun tak ada kata-kata yang keluar, baik dariku mau pun dari dia. Kami memang akrab karena bisnis, paling yang kami bicarakan pun hanya tentang bisnis dan bisnis.
Kalau dingat-ingat waktu pertama kali perasaan itu muncul (sedang berapi-apinya), dan sempat hal itu terjadi tuk kedua kalinya. Perasaan itu kayak orang yang kayak first time falling in love. Something complicated. Dan akhirnya hubungan itu sekarang menjadi datar, walaupun kalau di kampus juga datar, toh dia tidak sekelas dengan ku, tapi ya kami bisa tiap hari berjumpa J. Dan kau tahu, sebentar lagi liburan semester, cukup panjang, bodohnya aku, aku sudah janji dengan dia untuk pergi bareng ke luar kota demi malancarkan bisnis ini, takutnya ntar selama di sana, kami hanya membisu.... Semoga dia berubah, dan juga aku, bisa lebih easy going dan lebih akrab selama liburan ini. 

Sunday, June 10, 2012

UAS-


I like this time, but I don’t realy like this condition. An Exam Period. UAS(Ujian Akhir Semester)...
Kalau ujian, pasti jadwalnya bolong2, alias sebentar. Paling ke kampus Cuma 2-4 jam, trus pulang. Ga kayak kuliah reguler, mulai jam 7, pulang mahgrib (paling lama jam 9 malem)à orang kantoran kalah dengan gue..

Besok ujian ya? Itulah pertanyaan yang slalu ada dalam pikiran gue sekarang, ada unsur menolak, kaget, blom bisa terima, dan... hmm pasrah lah... the hell i think.
Entahlah bisa atau tidak ujian besok, berharap sih bisa dan keajaiban terjadi. Ya.. “Keep fighting aja” (walaupun ngomongnya lemes)...