Showing posts with label fixion. Show all posts
Showing posts with label fixion. Show all posts

Monday, January 14, 2013

A Ko missing


Where u go?
How are you?
Still you remember me?

Itulah yang ada dibenakku saat ini. A Ko. Sudah beberapa bulan lelaki itu tidak ada kabar, keterangan, dan bahkan tak pernah terlihat lagi di kampus. Jejaring sosial seperti facebook atau twitternya sudah tak aktif selama itu pula. Gue ga tau lagi di mana, bagaimana, dan lainnya tentang dia. Terkadang gue sudah putus asa, memang hubungan kita tak ada “judul”nya, dan tak ada rencana-rencana matang ke depannya. Gue Cuma nganggap, kalo ada ya sudah, kalo tidak ya gapapa. Tapi kenapa sekarang berbeda, kalo tidak ada keadaan tidak enak. Dahulu sering keluar malam, menikmati lampu-lampu di jalanan, jajan di pinggir jalan, dan lain sebagainya. Tapi sekarang gue hanya sendiri, tiap week-end atau malam-malam biasa gue hanya berkutit dengan tugas-tugas dan materi kuliah yang.... (yah entahlah bagaimana mengatakannya)
Canda, tawa, kehangatan, sudah lama tak dirasakan. Kopi, teh, hanya dinikmati sendiri. Kebersamaan itu telah lama hilang. A Ko......
Tidak ada lagi SMS, atau telepon, atau pesan, bahkan namanya yang sering terpampang di papan kampus sudah lenyap. Pernah dulu gue ngeliat seorang seperti A Ko, namun hanya dari belakang. Gue pikir itu bukan A Ko, hanya terbawa pikiran gue aja.
Tentunya gue masih menunggu A Ko, di sini. Paling tidak menunggu kabar darinya. J

Sunday, November 25, 2012

A Ko & A Me 8


Sekarang yang tertinggal hanya kandang buatannya. Sudah sangat jarang gue komunikasi dengan A Ko. Pernah dulu, sebulan yang lalu gue ketemu dia di koperasi. Gue pikir temen gue.
“Hai, Ren,” sapanya seperti tanpa perasaan bersalah.
“Hai hai,” dan setelah gue menoleh kata ‘hai’ pun berubah dengan nada tak karuan. Dan dia langsung kabur begitu saja. Untung temen gue pada ga sadar.
No text, no telephone, and no comunication.

Saturday, October 27, 2012

A Ko & A Me 7 (b)


Setelah hujanbadai, kini langit menjadi cerah penuh bintang. Malam itu sudah 3 batang diseruput A Ko. Dan gue ga terlalu peduli lah, toh resiko ditanggung sendiri.
Pintu depan rumah memang jarang terbuka, so kita lebih senang untuk membuka pintu belakang, yang depannya sebuah tembok. Teras kecil yang terdapat tempat cuci pirin dan mesin cuci di pojoknya menjadi salah satu tempat favorit kami berdua,

Monday, October 22, 2012

A Ko & A Me 7 (a)


“A KO.....!!!!!” gue teriak manggil dia setelah sekian lama tak jumpa.
“Kangen, Me? Hahahaha” tawanya menggelegar.
“Hmmm, biasa aja sih, lu?” ekspresi gue berubah jadi Ja-im.
“Ga” jawabnya jelas singkat dan padat.
Lalu ekspresi gue tambah parah à -__-“

Saturday, September 1, 2012

A Ko & A Me (6)


“Hallo?” suara serak orang bangun tidur
“Woy, bangun woy!” suara A Ko yang sudah segar
“Oh, lo, K. Knapa?”
“Bangun, jangan jadi kebo, tambah bulet lho...”
“Hmm, nanti ajalah, gue mau lanjut tidur yak? My body is not dellicious”
“Lo ng-drop lagi? Ya udah tidur aja dulu sana, trus....,” ga tau lagi A Ko ngomong apa, gue udah setengah masuk ke alam mimpi soalnya.

A Ko & A Me (5)

File Corrupt
(langsung lanjut ke A Ko & A Me 6 saja)

Wednesday, July 25, 2012

30 Februari

Tepat tanggal itu, someone came to this world 

But, nothing special in my life. Why? I never enjoyed those days... 

Semuanya terjadi seperti biasa, bangun pagi, mandi, sarapan, kerja, bermain, pulang, makan malam, mandi, lalu tidur. 

Suatu hari, ketika kepolosan masih menyelimuti, terjadi sebuah percakapan via telepon jarak interlokal 

Tuesday, July 24, 2012

A Ko & A Me (4b)



“Hahaha,” tertawa A Ko dengan lepas.
“Emang kenapa K?,” tanya gue dengan sedikit meringis karna sudah merasa legah, emosi A Ko tidak seperti tadi.
“Ya, iya lah. Gimana juga lo bisa dapet beasiswa, orang lo aja kaga belajar. Wajarlah”

Monday, July 2, 2012

A Ko & A Me (4a)


Hari: Sabtu
Agenda: Tes TPA
Lokasi: Kampus
Keterangan: 5 jam berlalu dengan hasil “Tidak Lolos” alias “Gagal”

Pukul 13.42
“Woy lo dimana?”
“Kota. *pake EYD yg bener :P”
“Kapan balik?”
“Jam 3an paling, nyampe sekitar jam 4an”
“Ok lah kalo begitoh”

WTH!
Yah, paling ga gue dah dapet binder plus pulpen, terus makan siang gratis. Kata gue menghibur diri sendiri
Sampai di rumah gue langsung bersih-bersih, nyapu, ngepel, ngelap-ngelap, dll lah, I feel better J

Ada cemilan-
Kayaknya perut gue membutuhkannya, hmmmm yummy...1 bungkus cokelat, 1 bungkus kacang, 5 biji permen karamel, n ½ L susu habis dibutuhkan nih perut... ternyata gue dapat kesimpulan kalo makan itu bisa menghibur diri, dan menu terakhir adalah “HarvestMoon” (A Game).

Friday, June 22, 2012

A Ko & A Me (3)


Last exam, it took 4 hours. Animal Genetics. The very difficult subject. It was 5.30 o’clock.

“Bagi panitia acara ... tolong jangan pulang dulu, ada RG,” pengumuman di seberang bangku terdengar.
“Dan bagi nama-nama yang di panggil harap menghadap dosen, setelah ini,” pengumuman berlanjut dan gue kaget takut karuan karena nama gue disebut disana.
Ponsel yang dari tadi mati segera dihidupkan. Dan segera gue sms A Ko:

Ko, gue habis ni mau ke tempat lo, gmn? Stand by ga?
Slow, gue malem ni ga kemana-mana koq.

Wednesday, June 20, 2012

A Ko & A Me (2)


“Woy, gue ga bisa nemenin liburan ni. Gmn donk?”
“nemenin apa Me?”
“Nemenen lo buat bisnis itu lho...”
“Oh... gampanglah, liat nanti aja”

Sunday, June 17, 2012

"T" Holic


Yeah, thats our favourite drink, besides a coffee.  “T” is Tea (read Ti).
Sejak bertemu dia gue demen dengan minuman ini. Hampir tiap hari, pagi ataupun malam hari gue ng-T (ngeteh). Setiap bertemu dengannya, selain capucino atau kopi, minuman favorit kami adalah T. Banyak macam T yang kami seruput, mulai dari black T, green T, krisanthium T, or Oolong T, and so on. So many T we’ve drank. Awal-awal memakai gula, lamban laun minuman itu sudah terasa manis tanpa gula, karena it’s the sweet moment for us.
Biasa kebersamaan itu berlangsung di sore hari (tapi jarang banget, karna pada sibuk, pulang aja udah malem). Bertempat di teras kontrakannya dengan kondisi sunsets. Selepas kegiatan di kampus, rasanya hanya dengan ng-T aja udah lepas beban ini. Di Inggris ada kebiasaan minum T di sore hari. Tapi bagi kami kebiasaan itu tidak hanya waktu sore hari. Biasanya kami mengganti menu kopi dengan T ketika di akhir bulan. Toh kalau 1 atau 2 sdm T udah bisa buat 1 liter T, sampai kembung-kembung deh...  maklum, masih mahasiswa mesti hemat :P
Untill now, T is my favourite drink. Apa lagi kalau lagi stress, T mungkin bisa di bilang “pelarian”. Kehangatan, rasa, dan aromanya yang unik bisa me-refresh otak gue, ga tau kenapa.

Friday, June 15, 2012

A Ko & A Me


“Me, ada tawaran bisnis baru, ketemu yuk! Skalian makan malam”
Itu adalah sms yang kuterima saat setelah selesai ujian. Senyum pun muncul dari hati yang dalam, the real smile J, langsung saja ku balas:
“OK! Dimana?”
“Ketemu di tempat biasa aja, ntar dari sana baru cabut”
Perasaan jadi plong, stelah tau mungkin selama ini dia bersikap dingin karena ada yang mengikutinya, jadi kurang bebas.

Tuesday, June 12, 2012

A silent Couple


Ke-3 kalinya, Sudah biasa

Sekarang hubungan itu semakin intens, apa lagi kalo di luar kampus. Namun tak mengerti, waktu dulu, di awal2 sangat menggebu-gebu perasaan itu, sekarang? Never, It’s flat. Ya, datar. Wajah, sudah biasa, percakapan sudah hambar. Padahal wajahnya mirip dengan Jo, tapi apa daya, itu hanya sebuah wajah, toh di dalamnya juga sama tengakorak.
Ingat waktu itu kami nonton bareng, walaupun bukan di bioskop, tapi cukuplah buat 2 insan. Tapi alhasil, ya kita saling menikmati sendiri-sendiri, tidak ada rasa yang menyatu. Sekarang lagi musim bola, ya kami menonton bola waktu itu. Kami sama2 suka dengan bola. Terkadang ada waktu luang, kami sempatkan untuk bermain bola, entah itu di PS ato d lapangan, entah itu bola kaki, atau basket.
Tentunya pertandingan itu berakhir tengah malam, kami pun meluncur ke daerah pusat kuliner (d tengah malam). Aku memesan bubur ayam, ya, ketika makan itu pun tak ada kata-kata yang keluar, baik dariku mau pun dari dia. Kami memang akrab karena bisnis, paling yang kami bicarakan pun hanya tentang bisnis dan bisnis.
Kalau dingat-ingat waktu pertama kali perasaan itu muncul (sedang berapi-apinya), dan sempat hal itu terjadi tuk kedua kalinya. Perasaan itu kayak orang yang kayak first time falling in love. Something complicated. Dan akhirnya hubungan itu sekarang menjadi datar, walaupun kalau di kampus juga datar, toh dia tidak sekelas dengan ku, tapi ya kami bisa tiap hari berjumpa J. Dan kau tahu, sebentar lagi liburan semester, cukup panjang, bodohnya aku, aku sudah janji dengan dia untuk pergi bareng ke luar kota demi malancarkan bisnis ini, takutnya ntar selama di sana, kami hanya membisu.... Semoga dia berubah, dan juga aku, bisa lebih easy going dan lebih akrab selama liburan ini. 

Monday, March 12, 2012

Jo

Sepertinya dirimu cukup pasaran..... ^.~
Saat pertama kujumpa dirinya di bangku sekolah. Memang benar kata om Chrisye di lirik sebuah lagu “...tiada masa paling indah.., masa-masa di sekolah, tiada kisah paling indah, kisah kasih di sekolah...”
Ya masa-masa di sekolah adalah masa paling indah. Waktu itu, tepat saat perayaan sweet 17th teman, di mana teman sekelas diundang dan dia sekelas denganku. Panggil saja namanya Jo. Ada sesi acara yang menyuruhku maju ke panggung. Saat itu aku memakai hotpants dan kemeja, yang lain memakai gaun. Oh.... sungguh malu dan geli jika harus mengingat kembali moment itu. Tentu saja aku tak mau maju di hadapan orang sebanyak itu. Dan aku pun diam. Tapi tiba-tiba.......... orang-orang menyorak: “jo ayo dijemput dia, Jo Jo Jo”
Dan aku sangat mengagumi ke-gentle-an dia, dengan cool ia maju ke meja ku dan mengulurkan tangannya dan menjemputku.......... aaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrghhh I can’t show this feel to many people there.... seandainya hal itu bukan di tempat yang banyak orang, tentu akan kuterima uluran tangan itu..... tapi aku tak kuasa tuk bisa mengekspresikannya.
Itulah indahnya masa sekolah
Dan sekarang entah bagaimana ia sekarang. Dia di ujung dan aku juga diujung. Aku hanya bisa merasa Jo bukanlah jodohku. Tapi herannya aku telah melihat “kembarannya” (muka mirip) Jo 3 kali di tempat yang berbeda-beda. Rasa rindu itu muncul kembali.....
Sudah 1 tahun lebih aku di kampus ini, dan sudah 6 bulan lebih aku satu kelas dengan dia, Jay. Aku mulai merasa ada aura yang sama dengan Jo pada diri Jay. Entah, mungkin aku selama ini hanya ng-fans dengan Jo ataupun mungkin kelak dengan Jay. Sudahlah, jodoh tak akan ke mana.

Wednesday, February 22, 2012

Panas


Ketika kunjungan desa dalam sebuah kelompok, lagi-lagi dengan dia. Waktu itu kami lagi menunggu mulainya pengarahan dari senior mengenai tata tertib pelaksanaan penyuluhan. Tapi saat itu, ada orang lain yang mulai menambahkan “warna” dalam hubungan kami. Aq takut kalo orang itu hanya ingin mempermainkan dia. Takut kalau dia bisa kecewa. Mungkin hubungan itu baru saja terjalin, sedangkan aq di belakang duduk melihat mereka asik berbincang. Apa ga tambah panas kalo pemandangannya begituan??? Aq tau kalo orang itu sudah ada kekasih, tapi mengapa ia ingin dekati dia???? JANGAN PERMAINKAN DIA, JANGAN KECEWAKAN DIA.
Memang itulah pertama kali aq melihatnya terang-terangan di umum. Mungkin saja sebelumnya mereka sudah saling sms, atau apalah. Orang ketiga itu tentu mengejar-ngejar dia, kemanapun ada dia selalu ada orang ketiga itu... :@ pengen bilang ke dia untuk berhati-hati, tapi apalah hubungan ku dengan mereka. Malah nanti dibilang ikut campur.
Seusai kunjungan, kamipun kembali. Dia memang pendiam, dalam diamnya itulah yang menyembunyikan kemisteriusannya. Dia juga manis. Sempat kudengar orang ketiga memanggil dia dengan sebutan “kakak”. kakak? Ya kakak. Semakin kritis saja pikiranku. Kalo orang ke tiga manggil “kakak”, dia manggil oran ketiga apa???? Jangan sampai lah ya...
Jangan sampai dia kecewa. Aq ga mau itu. Entah kenapa rasa ini tiba-tiba timbul. Bukan hanya untuk mengisi hati, tapi untuk menjaga. Bukan untuk dilayani, tapi malah ingin melayaninya. Tiba-tiba saja rasa untk bertanggung jawab itu muncul, rasa untuk menjaga, dan rasa untuk mengasihi. Masih malu untuk menatap wajahnya, masih belum kuat tuk menatap matanya. Sungguh. Dan rasanya, aq dan dia berkomunikasi bukanlah dengan kata-kata, melainkan (mungkin) telepati, gerak-gerik kita, tatapan mata, dan batin kita. Sungguh unik perasaan ini. J